Whased Process

Kopi Aceh
biji kopi yang sedang dijemur

Kopi Aceh
ceri kopi
Atau yang juga dikenal dengan sebutan wet process. Umumnya, proses ini bertujuan untuk menghilangkan semua kulit-kulit daging yang melekat pada biji kopi sebelum dikeringkan. Setelah dipanen, ceri-ceri kopi biasanya ‘diseleksi’ terlebih dahulu dengan merendamnya di dalam air. Ceri yang mengapung akan dibuang, sementara yang tenggelam akan tetap dibiarkan untuk proses lanjutan karena ceri-ceri demikian dianggap telah matang.



Selanjutnya kulit luar dan kulit daging ceri kopi akan dibuang dengan menggunakan mesin

Kopi Aceh
kopi yang sedang dikupas

Kopi Aceh
biji kopi yg telah dikupas

khusus yang disebut depulper (pengupas). Biji kopi yang sudah terlepas dari kulitnya ini kemudian dibersihkan lagi dengan memasukkannya ke dalam bejana khusus berisi air agar sisa-sisa kulit yang masih melekat bisa luruh sepenuhnya akibat proses fermentasi.


Kopi Aceh
biji kopi yg sedang dijemur

Durasi, atau lamanya kopi difermentasi ini berbeda-beda pada setiap produsen. Namun umumnya berkisar antara 24-36 jam tergantung temperatur, ketebalan layer getah pada ceri kopi, dan konsentrat enzimnya. Jika suhu di sekitarnya semakin hangat, maka prosesnya akan semakin cepat pula.


Setelahnya, biji-biji kopi yang hampir matang sebagai green bean ini kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, atau diangkat di atas meja pengeringan, atau bisa juga dengan menggunakan mesin pengering mekanik jika di tempat kopi itu diproses tidak memiliki sinar matahari dan kelembaban yang cukup.
Meski kelihatannya boros air, tapi faktanya proses ini banyak dipilih oleh para produsen kopi. Alasannya, proses basah dianggap bisa membantu mengurangi cacat pada kopi. Karena pada saat proses pembersihan awal, setiap buah ceri kopi yang mengambang akan dibuang karena dianggap tidak memiliki massa yang cukup layak.
Profil rasa umumnya: Kopi-kopi hasil washed process umumnya memiliki karakter yang lebih bersih, light, sedikit berasa buah, body cenderung ringan dan lembut dengan tingkat keasaman (acidity) lebih banyak.
(sumber :Majalah Otten)

Share this post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *