Kenapa Kopi Yang Diseduh Barista Terasa Nikmat

Kopi Aceh
barista kedai kopi polem


Sering di antara kita tertanya ketika menyesap kopi buatan sendiri di rumah, dan terkejutnya walau dengan biji kopi sama yang digunakan oleh barista, karakter rasa yang tercipta begitu berbeda dengan buatan barista di Kedai Kopi atau Coffee Shop, mengapa demikian?



Sajian kopi sememangnya bukan sekadar bubuk kopi dibansuh oleh air panas, dan kemudian menjadi kopi yang nikmat. Walau pun tentunya persepsi kenikmatan rasa kopi berbeda-beda, tapi semua akan sepaham bahwa kopi adalah sajian minuman yang unik. Bahkan, barista pun untuk menemukan keunikannya butuh latihan yang cukup lama. Jika ada permasalahan pada sajian kopi yang mereka buat, para barista akan menelusuri banyak variabel, dari mulai variabel suhu, senyawa air yang terkandung, distribusi ukuran partikel, rasio air terhadap kopi, waktu dan, mungkin yang paling penting, kualitas green bean.

Kopi Aceh
barista kedai kopi polem
Jika beranggapan minum kopi di kedai kopi begitu nikmat karena suasana tempatnya, tidak ada salahnya juga. Karena, suasana tempat ngopi juga menambah suasana hati untuk menikmati secara syahdu secangkir kopi. Bahkan untuk yang peka, sebenarnya suasana kedai kopi sengaja diciptakan senyaman mungkin memang untuk menambah suasana hati bagi pengunjung yang datang ke kedai kopi mereka. Kita juga bisa ciptakan suasana tempat ngopi yang nyaman di rumah, apakah itu di teras rumah dengan pemandangan langit atau di ruang baca ditemani buku-buku.

Untuk menyeduh kopi yang nikmat bukan berarti kita harus menjadi ahli kimia atau ahli fisika terlebih dahulu. Cukuplah dengan memahami keterkaitannya dengan sajian kopi, kita juga mampu menciptakan seduhan kopi yang nikmat di rumah. Memahami karakter biji kopi yang kita gunakan, dan bagaimana potensi rasa yang akan tercipta. Memahami karakter air seduhan yang kita gunakan, dan bagaimana air tersebut mampu mengekstraksi rasa kopi secara optimal. Hal ini adalah keterkaitan secara kimia, lalu bagaimana dengan fisika. Sederhananya, mengapa alat kopi seperti AeroPress, FrenchPress, Turkish, Pour-Over pada rasio kopi yang sama, memiliki karakter rasa yang berbeda. Memahami cara kerja alat kopi yang kita gunakan, akan membantu kita memilih alat kopi apa yang sesuai dengan karakter rasa kopi yang kita harapkan.

Kopi Aceh
kopi arabika gayo

Ketika bubuk kopi bertemu air seduhan  disinilah segala senyawa rasa terungkap, ketika air panas diseduh ke bubuk kopi dan mengeluarkan karakter rasa kopi yang khas. Kesan rasa asam buah-buahan, semacam rempah, seperti coklat, atau karakter rasa lainnya yang bisa kita telusuri melalui Flavor Wheel yang diterbitkan oleh Speciality Coffee Association.
Kemungkinan rasa yang terekstraksi merupakan peran teori kimia antara air seduhan dan bubuk kopi, juga peran teori fisika bagaimana bubuk kopi dan air seduhan bertemu dengan metode alat kopi yang digunakan.

Setelah memahami alat kopi seperti apa yang kita gunakan, maka selanjutnya kita harus memahami senyawa dari air seduhan, seberapa kasar bubuk kopi, dan kesegaran kopi yang digunakan. Karena dari 3 variabel tersebut kita mengatur rasio untuk kemungkinan karakter rasa yang kita inginkan.
(sumber : Majalah Otten)

Mari mengenal kopi lebih dekat dengan para barista di Kedai Kopi Polem Sigli.
Share this post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *